Selasa, 16 Juni 2009

Ragam Kelinci

Yang terbayang dari kita dari penggambaran seekor binatang yang lucu dan bertelinga panjang pasti kelinci. Ya…memang kelinci sudah terkenal akan hal itu. Mungkin tidak ada yang lebih dikenal orang dari kelinci selain kedua hal itu. Bahkan, mungkin kita menganggap seluruh kelinci sama, tidak ada bedanya. Kalaupun ada, kita paling membedakan kelinci satu dengan kelinci lainnya berdasarkan warnanya, misalnya kelinci loreng, kelinci putih, kelinci hitam, dll.

Padahal, secara biologis, kelinci itu tidak hanya terdiri dari satu jenis saja, tetapi terdiri dari banyak jenis. Bahkan, jenis kelinci di dunia ini dapat mencapai 50 jenis. Keragaman kelinci juga tidak hanya ditunjukkan dari warna, tetapi juga dari habitat, ukuran, dll. Dari segi habitat, kelinci tersebar mulai dari lingkungan gurun, tropis, dan lahan basah (seperti rawa). Bahkan ada kelinci yang tinggal di benua Artik dan Atlantik. Dari sisi ukuran, kelinci ada yang hanya sepanjang 20 cm dengan berat 0,4 kg, yaitu pygmy rabbit (Brachylagus idahoensis) yang merupakan kelinci terkecil di dunia hingga kelinci terbesar yang mencapai panjang 50 cm dengan berat 2 kg. selain itu, kelinci pun ada yang bertelinga pendek, lebih pendek dari kelinci pada umumnya.

Secara taksonomi, seluruh kelinci merupakan keluarga Leporidae. Keluarga tersebut dibagi kembali ke dalam beberapa marga (genus). Setidaknya ada 11 genus pada keluarga tersebut. berikut contoh-contohnya:

1. Genus Pentalagus

a. Pentalagus furnessi (Amami Rabbit/Ryukyu Rabbit)

Gambar. Istimewa


Jenis ini adalah jenis kelinci primitif berbulu lebat yang hanya ditemukan di Amami Oshima dan Toku-no-Shima antara Selatan Kyusu dan Okinawa Jepang. Jenis ini juga sering disebut sebagai fosil hidup karena dia merupakan jenis yang tersisa dari nenek moyang kelinci yang hidup di mainland (dataran utama) Asia.


Amami Rabbit memiliki kaki-kaki yang pendek dan tubuh yang "gembrot". selain itu, jenis ini juga memiliki telinga yang lebih pendek dari telinga kelinci lainnya.


Saat ini, Amami Rabbit dimasukkan sebagai hewan dengan status Endangered, yang artinya mengalami risiko kepunahan yang sangat tinggi.


2. Genus Bunolagus

a. Bunolagus monticularis (Riverine Rabbit)

Gambar. Istimewa

3. Genus
Nesolagus
a. Nesolagus timminsi (Annamite Striped Rabbit)

Gambar. Istimewa


4. Genus Romerolagus
a. Romerolagus diazi (Volcano Rabbit)

Gambar. Istimewa

5. Genus
Brachylagus
a. Brachylagus idahoensis (Pygmy Rabbit)

Gambar. Istimewa


6. Genus Sylvilagus
a. Sylvilagus aquaticus

Gambar. Istimewa

b
. Sylvilagus audobonii

Gambar. Istimewa


7. Genus Oryctolagus
a. Oryctolagus cuniculus

Gambar. Istimewa


8. Genus Poelagus
a. Poelagus sp.

Gambar. Istimewa


9. Genus Caprolagus
a. Caprolagus hispidus

Gambar. Istimewa

10. Genus Lepus
a. Lepus alleni

Gambar. Istimewa

b. Lepus americanus

Gambar. Istimewa


c. Lepus articus

Gambar. Istimewa

d.
Lepus callotis

Gambar. Istimewa


Jika diperhatikan secara seksama, mungkin ada perbedaan antara jenis-jenis kelinci di atas dengan jenis-jenis yang biasa kita liat di pasar-pasar atau yang dijadikan sebagai binatang piaraan. Memang, jenis-jenis di atas merupakan jenis-jenis yang hidup liar di alam. Warna mereka relatif tidak beragam dan tidak secantik kelinci-kelinci piaraan. Mungkin, itulah cara yang sangat efektif untuk menghindari mereka dari pemangsa. Pasalnya, mereka adalah makanan favorit bagi predator-predator yang ada di habitatnya masing-masing.

Temen-temen pasti pernah mendengar istilah "anggrek spesies" bukan? mungkin kelinci-kelinci ini juga merupakan "kelinci spesies". Kelinci-kelinci yang dijual di pasar-pasar saat ini mungkin merupakan jenis-jenis ras, atau jenis-jenis silangan. Hewan yang sudah dekat dengan manusia biasanya memiliki variasi individu yang sangat banyak. Lihat saja pada ayam, burung merpati, kambing, sapi, dll. Bahkan, pada dunia tumbuhan pun terjadi, misalnya pada Anthurium, Aglaoenema, Anggrek, dll. Hewan dan tumbuhan tersebut sudah "diotak-atik" manusia sehingga mungkin meningkatkan variasi dan akhirnya meningkatkan survivalitas kehidupan hewan tersebut.

Jenis-jenis kelinci spesies di alam saat ini relatif mengkhawatirkan. Kebanyakan mereka dalam keadaan bahaya. Oleh karena itu, kita sebagai insan-insan yang masih ingin melihat kelucuan "kelinci-kelinci spesies" di dunia ini, harus selalu mendukung setiap usaha konservasi yang hendak dilakukan terhadap mereka. Sepakat sobat?

Senin, 15 Juni 2009

bagi anda peternak,atau orang-oarang yang membutuhkan kelinci,atau sekedar informasi tentang kelinci,silahkan explorasi blog ini,karena semua informasi yang ada berasl dari sumber terpercaya,dan anda yang berminat bergabung menjadi anggota,silahkan tulis komentar anda,atau hanya sekedar cari teman sesama pencinta hewan kelinci,ok ok aja,,,,